Belajar,  Lifestyle

7 Things I Wish I’d Known Sooner

Starting over di usia 30 tahun. Dengan motivasi banyak orang cerita mereka juga “memulai kembali” di umur yang sama. Penerapannya?😭 (like wadahel aku gapaham🥹).

Ini adalah refleksiku tentang perjalanan belajar Digital Marketing setelah hampir 2 tahun memulai. Ada 7 hal yang setidaknya jadi catatanku:

  1. Progress hanya bisa diukur ketika kita tahu tujuan kita apa 
  2. Konseling psikolog ga melulu perlu nunggu mental health issue 
  3. Kita ga akan pernah rugi ngasih ilmu dan value ke orang banyak 
  4. Motivasi kuat ga bakal bertahan tanpa disiplin (discipline > motivation) 
  5. Produktif ga sama dengan sibuk 
  6. Kita berhak menjaga jarak dengan toxic people 
  7. Jadi ahli itu butuh latihan, jatuh dan bangkit lagi (progress > perfection)

Nomor 3 surprisingly aku sadari pas ikut kelas Fundamentals of (gasp!) Digital Marketing 1, di FSDM cohort 7 (2022). Waktu itu, aku sebetulnya “terpaksa” ikut bootcamp karena kebetulan waktunya pas dengan turunnya THR suami, stres jadi ibu baru, dan keinginan buat belajar + berkarir istiqomah di suatu bidang.

Kembali ke nomor 3; singkatnya, bunyi materinya begini:
→ Give 7x then ✨ask✨

Kita kasih value ke orang lain berlipat-lipat (secara konotatif→7x tadi), baru kita minta orang itu untuk melakukan sesuatu, alias kasih call-to-action (CTA) // (note: bahkan setelah give 7x, kita bukan “take”, tapi “ask”).

Selama belajar marketing, kita justru ga ujug-ujug membahas cara langsung dapet engagement tinggi atau hacks buat dapet konversi; pertama-tama tertanam dulu di otak, kalau marketing itu seni mempertemukan value kita ke orang-orang yang tepat– mereka yang membutuhkan, atau yang kualitas hidupnya bisa meningkat dengan value yang kita kasih. Cara dan strateginya baru dibahas kemudian.

Baca juga  Review Sensatia Botanicals, Skincare Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Ketika pondasi atau “akar” ilmunya udah kuat, kita jadi bisa “menjalar” dan punya gambaran clear: apa yang kita tuju, yang perlu kita lakukan, langkah apa yang diambil untuk menuju ke sana. Beruntungnya, Belajarlagi ga cuma ngasih kursusan aja, tapi juga komunitas dan ekskul (community session, free class, BacaLagi); bikin proses belajar sepanjang hayat ini jadi menyenangkan. Support ini juga yang mendorong aku jadi disiplin (lihat no. 4 😉)

Setelah melahap pengetahuan terus atau ngerjain project orang lain, baru sekarang aku berani menerapkannya di social media dan berani “serius” ngerjain blog ini 😆 gapapa lah ya. Tadinya aku berencana mengembangkan YouTube tahun ini, tapi ternyata Instagram yang lumayan bisa aku pegang sementara waktu. Let’s see kalau nanti ada perkembangan, ya!

(Tidak sesuai prinsip SEO, tulisan ini ditujukan murni buat cerita jujur)

A little gift for you…

Kalau kamu sudah mempertimbangkan dan memutuskan buat daftar FSDM-nya Belajarlagi,
→ silakan langsung daftar di: bit.ly/FSDM16Registration
→ masukin kode kupon CHATY250K buat dapat potongan 250ribu (lifetime access) FSDM cohort 16 (mulai Mei 2024).
kuotanya terbatas, jadi kalau udah mantep mau ikut, segera dipakai sebelum habis atau sebelum 28 April 2024, ya 😊

Nomor berapa yang paling relate? Kasih tahu di komen, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *