Buku,  Ulasan

Salam Kenal, Na Willa

Aku pertama kali melihat sampulnya di feed instagram (lupa feed-nya siapa) yang muncul di laman jelajah. Seorang anak perempuan dikepang dua, tersenyum, dengan pipi merah merona. Imutnya. Ditulis oleh Reda Gaudiamo! Setengah dari duo AriReda.

Buku ini adalah kisah hidup Na Willa dari sudut pandang Na Willa. Oh iya, Na Willa ini anak kecil, perempuan, baru mau masuk TK. Ia bercerita tentang teman-teman, orang tua dan orang-orang yang tinggal di dekatnya. Rumahnya yang nyaman dengan halaman tempat ia bisa berlari, tetangga-tetangga, dan orang-orang kenalan ibunya muncul di sini.

Bu Tini bilang namaku Na Willa.
Tiba-tiba satu kelas tertawa. Keras sekali!
Ibu Tini juga ikut tertawa. Apa yang lucu? Apa yang lucu?
Kenapa kalian tertawa? Aku tak suka.

Nama depanku juga aneh. Chairumi. Kadang aku ingin menghilangkannya saja. Apalagi nama panggilanku, Chaty, aneh banget deh, orang-orang bahkan suka salah sebut Keti, Ceti, Yati. Ada masa-masa dalam hidupku dimana aku mau ganti nama (haha). Tapi, aku mulai suka namaku karena unik. Biar sudah. Sekalipun sekarang aku dipanggil Tyas di lingkungan kerjaku di Sumba, aku merasa lebih akrab ketika teman-teman memanggilku Chaty (kemudian berkaca-kaca).

Eh, kayaknya bukan itu deh poin ceritanya. Kita kadang “diajarkan” – atau terbawa keadaan lah ya—dari kecil untuk menertawakan hal-hal yang “tidak biasa”. Kita = anak-anak generasikuh, generasi 90an. Tapi seiring kita mendewasa, banyak dari hal yang dulunya kita anggap memalukan atau dipandang sebelah mata adalah hal yang penting. Contohnya apa ya, hmm, pikir sendiri deh (plakk!).

Waktu aku baca Na Willa, aku tidak mengharapkan cerita yang begitu manis tentang dunia besar Na Willa kecil. Dunia yang sangat sangat menarik. Kesedihan, kesenangan, pergolakan batin Willa, ketidakadilan, kasih sayang, semuanyaa ada di sini. Aku juga bisa relate dengan Na Willa yang kalau main layangan cuma jadi pelari atau sorak-sorakin aja.

Membaca buku ini, rasanya seperti kembali ke masa kecil. Begitu warna-warni dunia ini ya. Aku bersyukur bisa hidup sampai sekarang dan mengenang masa kecilku sebagai sesuatu yang menyenangkan (secara umum), dan…penuh kekacauan yang gemez!

Baca Na Willa, ya. Buku ini aku beli lewat toko buku BerdikaRi.

Na Willa
Ditulis oleh Reda Gaudiamo
Digambari oleh Cecillia Hidayat
Diterbitkan oleh POST Press (Jakarta) tahun 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: