Resep

Sop Ayam Nano-Nano

Suatu hari, aku membuat sop ayam di rumah. Waktu itu sedang sering hujan di siang menjelang sore. Saat yang pas untuk memakan sesuatu yang hangat dan berkuah tapi bukan mie instan seperti biasanya. Sop ini kubuat se-sehat mungkin dengan pengetahuanku yang pas-pasan. Tidak pakai minyak dan proses menggoreng. Yuk, kita bikin!

Resep Sop Ayam Nano-Nano

Sedap dimakan tanpa nasi, dengan nasi, dengan lontong, ketupat maupun buras.

Bahan-bahan:

  • Ayam segar secukupnya (aku pakai sekitar ¼ kg).
  • Jagung mentah 2 batang, diiris jadi seperti jagung sweet corn.
  • Kubis secukupnya
  • Bayam secukupnya

Bumbu:

  • Bawang merah 5 siung, dicincang
  • Bawang putih 1 siung, dicincang
  • Daun bawang secukupnya
  • Garam sesuai selera
  • Merica
  • Irisan tomat sedikit
  • Irisan kulit jeruk nipis sedikiiiit saja

Taburan:

  • Seledri
  • Bawang merah goreng
  • Sisa daun bawang yang sudah dipotong

Cara membuat:

  1. Rebus ayam segar yang sudah dipotong. Buang air rebusan pertama dan rebus kembali ayam sampai empuk. Kemarin aku merebusnya dua kali (air dibuang), kemudian merebus ketiga kalinya untuk dicampur dengan bahan lain.
  2. Masukkan jagung mentah, sejumput garam, bawang merah dan bawang putih ke dalam rebusan ayam. Rebus selama kurang-lebih 10 menit atau sampai jagung sudah terasa empuk.
  3. Masukkan kubis dan rebus sekitar 2 menitan. Dalam keadaan puanas.
  4. Masukkan sedikit irisan tomat dan sedikiiiit irisan kulit jeruk nipis sesuai selera. Masukkan juga merica, atau kalau tidak ada merica, potongan cabai. Atau bisa pakai dua-duanya bergantung selera.
  5. Masukkan bayam 1-2 menit sebelum api dimatikan. Sambil diicip, masukkan garam sampai rasanya pas.
  6. Kalau sudah bahagia dengan rasa dan aromanya, sajikan dengan ditaburi potongan seledri dan daun bawang. Lebih enak lagi ditaburi bawang merah goreng.
Yak yang hangat yang hangat~

Catatan:

– Dinamai nano-nano karena aku memasukkan bahan yang ada dan ingin kumakan, mungkin agak beda dengan sop ayam pada umumnya hehehe.

– Aku pernah masak sop ayam pakai ayam fillet yang dijual di supermarket, dan hasilnya tidak seenak pakai ayam potong dari pasar. Percayalah, atau, coba juga pakai ayam fillet supermarket sekali-sekali, siapa tahu aku yang terlalu sensitif. Ayam fillet tentu lebih mudah dipotong dan cepat empuk, tidak perlu dimasak terlalu lama.

– Aku pakai bawang merah lebih banyak daripada bawang putih. Biasanya rasanya bakal lebih endeus sih. Bawangnya aku geprek lalu aku cincang, for the sake of my satisfaction aja sih. Bisa juga sebenarnya digeprek aja.

– Bisa juga semua bumbu diulek di bekas ulekan sambal mentah, yang mengandung resep rahasia (umum) kita itu loh.

– Katanya, memasak bayam atau sayur terlalu lama dapat menghilangkan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Memanaskan sayur berulang kali juga dapat memunculkan zat-zat bersifat karsinogen dan berbahaya bagi kesehatan. Jadi sebaiknya memasukkan bayam terakhir.

– Ada saran juga untuk memasukkan garam di akhir karena garam yang lama di dalam masakan akan hilang nutrisi baiknya, sekalipun menurut beberapa sumber tidak terbukti, karena garam adalah mineral. Aku memasukkan garam di akhir biar rasanya pas aja gitu.

– Aku biasanya menggoreng bawang merah dengan merendamnya terlebih dahulu ke air garam, kemudian deep-fried (bawang berenang di minyak goreng) sampai coklat keemasan. Mau beli bawang merah goreng kemasan juga boleh sih 😉

– Kalau ingin memanaskan masakan ini, sebaiknya dari awal pakai sayur sedikit saja, sehingga sayur habis sebelum waktu pemanasan selanjutnya. Ketika dipanaskan barulah ditambahkan sayur lagi bila ingin.

Selamat menikmati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: