Podcast

POB 001 part 1: Energi Terbarukan dan Kita w/ Gus Firman

[Podcast Orang Biasa, Episode 001 Part 1]
#POB001

Saat pertama kali melewati bandara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur, aku melihat area perkebunan di dalam bandara. Perkebunan, tapi isinya panel-panel surya. Memang, matahari Sumba Timur kalau bersinar nggak main-main, bisa bikin kepala pusing kalau tersengat langsung lama-lama! Sinar matahari yang membuat sebagian orang mengeluhkan panasnya, cocok dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik tenaga surya.

Sumba dan Energi Terbarukan

Sumba, adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sumba adalah Pulau Ikonis Energi Terbarukan. Inisiatif memanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan untuk masyarakat Sumba sudah dimulai sejak lama, dan semakin diseriusin pemerintah lewat SK Menteri ESDM tahun 2015. Selain mini-PLTS di bandara, salah satu desa di Sumba sudah merintis pembangkit listrik tenaga angin dan mikro hidro sejak lama.

Nah kalian mungkin pernah dengar tentang EBT. Singkatan dari Energi Baru dan Terbarukan (new and renewable energy). Di Podcast Orang Biasa kali ini, Firman akan menjawab pertanyaan awam (aku) tentang energi terbarukan, potensinya di Indonesia dan bagaimana penggunaannya di Sumba hingga saat ini. Apa sih energi terbarukan, dan apa saja jenisnya? Apa bedanya dengan energi baru? Lalu, apa dampak bagi masyarakat, perekonomian serta lingkungan?

Firman, suamiku, bekerja di salah satu organisasi yang mengimplementasikan program Sumba Iconic Island. Bersama Bung Firman yang sudah dua tahun lebih melihat perkembangan program Sumba Iconic Island, kita membahas sedikit lebih jauh tentang energi terbarukan dan kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan. Dengarkan juga untuk tahu pendapatnya mengenai biofuel dan bioenergi. Firman juga menceritakan apa itu clean energy, renewable energy, dan bedanya dengan new energy.

Mengapa penting membahas isu energi, terutama listrik?

Bangun tidur, kalau pakai alarm hape, sebelumnya pasti kita perlu mengisi daya, menyedot energi listrik. Memasak, pakai kompor gas atau minyak, butuh energi. Nonton TV, energi lagi. Mencuci baju dengan mesin cuci, energi. Berangkat ke kantor naik motor, mobil, atau kendaraan umum, kita butuh energi, bahan bakar. Di kantor, pakai kipas angin, atau AC, ketemu energi lagi. Siang-siang panas, ambil minuman dingin dari kulkas, butuh energi juga. Malam-malam mengerjakan PR, perlu lampu dan perlu energi untuk listrik. Energi ada di sekitar kita, dalam beragam bentuk, dimana saja, setiap waktu.

Mengapa energi terbarukan penting untuk kita?

Sehari-hari, kita memanfaatkan energi yang berasal dari minyak bumi, gas alam dan batu bara. Sumber-sumber ini diambil dari fosil, endapan karbon dari makhluk yang hidup berjuta-juta-juta tahun yang lalu. Bisa dibilang, sumber energi fosil tidak terbarukan. Padahal, sebagian besar wilayah padat penduduk di Indonesia (seperti Pulau Jawa) menggunakan listrik dari energi fosil. Contoh yang femes adalah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Paiton, yang melistriki Jawa-Bali. Uap dari PLTU ini dihasilkan oleh batu bara yang dibakar, kemudian panasnya dikonversi menjadi energi, dan PLN mendistribusikannya sampai ke rumah-rumah kita. Proses yang panjang, ya. Sayangnya, energi fosil tidak ramah lingkungan dan tidak terbarukan. Begitu persediaan habis, ya habis sudah. Kita harus menunggu berjuta-juta-juta tahun lagi buat bisa membentuk fosil. Kalau energi fosil habis, dimana lagi kita mencari sumber listrik?

Dimana hayo… Lanjut Part 2 ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: