Produk/Layanan,  Ulasan

Pesan Tiket Bus via Traveloka

Selamat tahun baru!

Saya di Magelang sejak hari tiga hari yang lalu. Hari Jumat sore, saya dan Firman berangkat dari Jakarta dan sampai di Magelang esok paginya. Kali itu adalah pertama kalinya kami memesan tiket bus lewat aplikasi Traveloka.

Jadwal libur Firman tidak menentu, baru bisa dipastikan dikira-kira awal bulan Desember. Kami mendapatkan jadwal liburan (saya aja sih, Firman kerja) di Jakarta lebih dulu. Kami akan ada di Jakarta saat libur natal, sehingga kami memutuskan akan berlibur tahun baru di Magelang. Tetapi ternyata tidak semudah itu, Ferguso. Tanggal pergi ke Magelang baru bisa kami putuskan dua minggu sebelum hari H.

Seperti bisa ditebak, lalu lintas Pulau Jawa selama hari-hari raya dan liburan selalu padat. Dan mahal. Begitulah, kami yang pemudik pemula ini baru mencari tiket “pulang ke Jawa” –sebuah frasa yang saya susah pahami karena Jakarta itu juga Jawa, tapi yasudahlah ya—di kala para pemudik kawakan telah mendapatkan tiket dan menyusun itinerary liburan. Pilihan kereta tinggal yang dari Gambir, artinya kereta eksekutif, artinya mahal bagi kami. Mau naik pesawat tapi apa daya tak ada dana pula, bayar pakai daun belum tentu bisa dapat daunnya.

Waktu lihat-lihat harga di aplikasi Traveloka, saya lihat ada pilihan untuk pesan “Bus & Shuttle”. Wow. Saya coba cari bus lewat fitur ini dan tadaaaa beneran ada! Setelah menimbang masak-masak, kami memesan dua tiket bus Pahala Kencana dari Terminal Kampung Rambutan.

Bahkan bisa pilih bangku loh. Saya amazed sampai-sampai saya men-screenshot e-tiket dan memamerkannya ke adik saya. Yha dia balesnya lempeng aja sih, tapi mungkin terkagum juga.

Pas hari H, sebenarnya saya deg-deg-an. Lha gimana, kalau di bandara kan ada counter check-in atau mesin check-in mandiri buat cetak boarding pass, kalau di stasiun ada mesin cetak boarding pass mandiri juga, kalau di terminal? Jangan-jangan tiketnya nanti dianggap nggak valid, waduh!

Sayapun makin rajin tarik dan buang napas panjang-panjang biar makin rileks selama berkemas. Ah lagian kan kami pesan di Traveloka, salah satu start up paling terpercaya yang kadang rasanya wagu juga kalau masih disebut start up. Kalau ada apa-apa bisa telpon layanan mereka dong ya. Yayaya.

Kami tiba di Terminal Kampung Rambutan jam 3 sore, 10 menit sebelum waktu keberangkatan yang tertera di tiket (Jangan ditiru ya, adik-adik!). Masuk terminal, kami mencari loket bus Pahala Kencana yang menuju Yogyakarta. Di sana, sudah ada petugas yang mengecek e-tiket kami. Ndak perlu print-print, tinggal menunjukkan e-tiket dan mencocokkan identitas diri, kami disuruh cepat-cepat naik ke bus. Soalnya sebentar lagi mau berangkat. Wow, it works!

Di restoran transit makan, lagi-lagi, cukup menunjukkan e-tiket, petugas akan mencatat nama dan kita langsung dikasih makanan (rasanya lumayan enak). Sangat simpel dan go green gitu kan.

Sisi nggak enaknya, ada juga.

AC-nya terlalu dingin bagi kami. Tiap penumpang mendapat selimut, tapi kebersihannya dipertanyakan. Entah karena selimut atau bangku bus, saya gatal-gatal sedikit. Tapi ya gimana wong kedinginan, tetep dipakai. Firman malah terus gatal dan kulitnya memerah, sampai tulisan ini dibuat.

Menjelang subuh, kami sampai Magelang dan bersih-bersih diri sedikit, lalu lanjut liburan liburan liburaaaan yang diisi dengan leha-leha (dan mengantar ibu belanja). Beberapa hari kemudian, Traveloka mengirimi saya e-mail untuk mengingatkan agar memberikan ulasan saya terhadap fitur pemesanan bus, dan terhadap pelayanan penyedia jasa.

Way to go, Traveloka! Semoga dengan adanya fasilitas pesan online ini, calo terminal semakin berkurang dan bisa merembet-merembet ke perbaikan fasilitas terminal seperti kebersihan dan penunjuk arah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: